Tentang Islam Garis Keras


Belakangan ini, sepertinya semakin marak ikhwan yg beraliran garis keras. Cenderung bersikap formal dalam memandang dan menjalani Islam. Hal ini tidak terlepas dari adanya pengaruh gerakan/pemikiran Wahabi.

Seruan inti Wahabi yg menjadi pembius ialah: kembali kepada Al-qur’an dan Assunnah, menghindari Taqlid, dan menolak bentuk Bid’ah.

Mari kita memandang dengan jernih.

Setiap muslim tentu sepakat bahwa Al-qur’an dan Hadits shahih memiliki nilai kebenaran mutlak. Namun masalahnya adalah faktor subyektivitas tidak pernah terlepas dari diri manusiawi, dan kedua dalil naqli tersebut mempunyai kandungan makna yg dalam. Bahkan dalam teks dalil yg terlihat gamblangpun terkadang mengandung pesan yg berlainan dengan persepsi/anggapan kita, karna berkaitan dengan ‘asbabun nuzul’ dll.

Oleh karna itu, semenjak awal mula para ulama salaf telah berijtihad menyusun kitab2 yg merupakan rangkuman/penjelasan dari Al-qur’an dan Hadits. Mereka (para ulama salaf) di samping hafidz Al-qur’an juga hafal ribuan hadits serta ahli puasa bertaqarrub pada-Nya. Bahkan banyak di antara mereka yg diyakini sebagai Auliya’.

Hasil ijtihad mereka yg mendapat kesepakatan/jumhur Ulama yaitu:
1. Dalam bidang Aqidah terdapat 2 madzhab: Al-Asy’ary dan Al-Maturidi.
2. Dalam bidang Fiqih terdapat 4 madzhab: Syafi’i, Hanafi, Hambali, dan Maliki.

Para Ulama salafiyyun menyeru kepada ummat muslim, bahkan ada yg mewajibkan, untuk mengikuti salah satu di antara madzhab yang ada. Tidak lain bertujuan untuk menghindari kesalah-pemahaman dalam mempelajari Islam, dengan tidak secara gampang langsung merujuk dalil2 naqli (Qur’an-Hadits).

Adapun gerakan/faham Wahabi sendiri sudah semenjak mula telah mendapat predikat negatif dari kalangan Ulama besar, karna justru akan bisa menjerumuskan terutama bagi kalangan awam. Bahkan diyakini sebagai kebenaran ramalan Rasulullah saw tentang akan munculnya tanduk setan dari arah Nejd (tempat kelahiran Muhammad ibn Abd Wahab pelopor Wahabi).

Ironisnya, para Ikhwan garis keras seakan menutup mata terhadap sejarah kelam Wahabi, lagi2 karna terbius oleh seruan “Kembali kpd Qur’an dan Sunnah”. Bahkan mengganti istilah faham Wahabi sebagai aliran Salafi, dan ulama2nya disebut sebagai Salafiyyun…

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s